
Start atau teknik awal dalam lari adalah salah satu elemen paling penting dalam sebuah lomba. Kesalahan kecil pada saat start bisa berdampak besar terhadap performa keseluruhan pelari. Karena itulah, pemahaman tentang jenis start lari sangat penting, baik bagi pelari pemula maupun atlet profesional.
Setiap nomor lari memiliki jenis start yang berbeda sesuai dengan kebutuhan teknis, panjang lintasan, serta aturan resmi dari World Athletics (dulu IAAF).
Artikel ini akan membahas secara lengkap jenis-jenis start dalam olahraga lari — mulai dari pengertian, teknik pelaksanaan, hingga fungsinya dalam berbagai nomor atletik.
Fungsi dan Tujuan Start dalam Lari
Sebelum masuk ke jenis-jenisnya, penting untuk memahami tujuan utama dari teknik start dalam lari:
- Memaksimalkan dorongan awal
- Memberi momentum untuk percepatan
- Menjaga stabilitas tubuh saat transisi ke fase sprint
- Menghindari cedera akibat gerakan mendadak
- Menyesuaikan posisi awal dengan panjang lintasan dan strategi lari
Setiap jenis start dirancang untuk mencocokkan kebutuhan lomba — mulai dari lari jarak pendek, menengah, hingga jarak jauh.
Klasifikasi Umum Jenis Start Lari
Jenis start lari dalam atletik umumnya diklasifikasikan menjadi tiga:
- Start jongkok (crouching start)
- Start berdiri (standing start)
- Start melayang (flying start)
Setiap jenis start memiliki teknik dan peruntukan berbeda, yang akan dijelaskan secara detail di bawah.
1. Start Jongkok (Crouching Start)

Pengertian
Start jongkok adalah teknik start yang dilakukan dengan posisi tubuh setengah jongkok di belakang garis start. Jenis start ini digunakan dalam nomor-nomor lari jarak pendek seperti 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
Penggunaan
- Lomba 100 meter
- Lomba 200 meter
- Lomba 400 meter
- Lari estafet pelari pertama (4x100m, 4x400m)
Teknik Dasar Start Jongkok
- Posisi “On your marks”
- Tangan diletakkan di belakang garis start
- Kedua kaki berada pada start block, salah satu lutut menyentuh tanah
- Kepala dalam posisi netral, pandangan ke bawah
- Posisi “Set”
- Pinggul diangkat hingga lebih tinggi dari bahu
- Berat badan ke depan, tumpuan di tangan dan kaki
- Tubuh dalam keadaan tenang
- Start (tembakan pistol)
- Kaki menekan start block sekuat mungkin
- Tangan terangkat secara bersamaan
- Kepala dan dada mulai terangkat perlahan
- Fokus pada akselerasi dan dorongan kuat ke depan
Kelebihan
- Memaksimalkan akselerasi awal
- Lebih stabil saat start dalam sprint
- Digunakan dalam kejuaraan resmi dan profesional
Kekurangan
- Butuh latihan teknik yang intensif
- Risiko false start jika tidak dikuasai dengan baik
2. Start Berdiri (Standing Start)

Pengertian
Start berdiri adalah teknik start dengan posisi tubuh berdiri di belakang garis start. Tidak ada penggunaan start block. Jenis start ini digunakan dalam nomor-nomor lari jarak menengah dan jarak jauh.
Penggunaan
- Lari 800 meter (khusus non-stadion)
- Lari 1500 meter
- Lari 3000 meter
- Lari 5000 meter
- Lari 10.000 meter
- Lomba lari jalan raya (half marathon, marathon)
Teknik Dasar Start Berdiri
- Posisi siap
- Berdiri di belakang garis start
- Salah satu kaki sedikit di depan
- Badan sedikit condong ke depan
- Pandangan ke arah lintasan
- Start (pistol atau aba-aba)
- Langkah pertama menggunakan kaki depan
- Transisi cepat ke lari ritmik
- Fokus pada keseimbangan dan posisi tubuh
Kelebihan
- Sederhana dan mudah dilakukan
- Minim risiko false start
- Cocok untuk pelari dengan ritme awal yang ringan
Kekurangan
- Tidak memberikan akselerasi sekuat start jongkok
- Kurang ideal untuk lomba sprint
3. Start Melayang (Flying Start)

Pengertian
Start melayang adalah teknik start di mana pelari sudah dalam keadaan berlari saat melewati garis start. Ini umum digunakan dalam nomor lari estafet (pelari ke-2, ke-3, dan ke-4), khususnya 4×100 meter dan 4×400 meter.
Penggunaan
- Estafet 4×100 meter (pelari ke-2, ke-3, ke-4)
- Estafet 4×400 meter (pelari ke-2, ke-3, ke-4)
Teknik Dasar Start Melayang
- Persiapan
- Penerima tongkat berdiri beberapa meter di depan zona serah
- Melihat pelari sebelumnya dari belakang
- Pergerakan Awal
- Saat pelari sebelumnya mendekat, penerima mulai berlari pelan
- Lari dipercepat saat mendekati zona serah
- Serah Terima
- Posisi tubuh sudah berada dalam kecepatan optimal saat menerima tongkat
- Fokus tetap pada pengambilan tongkat, bukan melihat ke belakang
Kelebihan
- Memungkinkan pelari untuk menerima tongkat dalam kecepatan penuh
- Efisiensi waktu sangat tinggi
Kekurangan
- Butuh koordinasi dan latihan yang presisi
- Risiko besar kehilangan tongkat atau serah terima di luar zona
Perbandingan Ketiga Jenis Start
| Jenis Start | Digunakan Untuk | Teknik Khusus | Risiko False Start | Kelebihan |
|---|---|---|---|---|
| Jongkok | Sprint (100m–400m) | Ya | Tinggi | Akselerasi maksimal |
| Berdiri | Jarak menengah & jauh | Tidak | Rendah | Mudah dikuasai, cocok untuk pemula |
| Melayang | Estafet pelari 2–4 | Ya | Sedang | Efisiensi waktu saat menerima tongkat |
Faktor yang Mempengaruhi Jenis Start
Jarak Lari
Jenis start sangat tergantung pada jarak lomba. Sprint wajib menggunakan start jongkok, sementara lari jarak jauh lebih cocok menggunakan start berdiri.
Aturan Perlombaan
World Athletics mengatur bahwa nomor sprint wajib menggunakan start block dan posisi jongkok. Untuk nomor menengah dan jauh, pelari cukup berdiri di belakang garis start.
Tujuan Latihan atau Lomba
Jika berlatih kecepatan (interval run), start jongkok bisa digunakan. Untuk easy run atau long run, start berdiri lebih relevan.
Tips Melatih Teknik Start
- Latihan posisi tubuh di depan cermin atau direkam video
- Gunakan start block yang sesuai standar untuk sprint
- Latih respons aba-aba suara dengan bantuan pelatih
- Fokus pada akselerasi awal, bukan hanya lepas dari start
- Latihan serah tongkat rutin jika ingin menguasai start melayang
Kesalahan Umum Saat Start
- Bergerak sebelum aba-aba → false start
- Tidak stabil saat aba-aba “set”
- Posisi pinggul terlalu rendah atau tinggi
- Salah mengatur napas dan ritme
- Tidak fokus pada teknik akselerasi
Penutup
Jenis start lari memainkan peran krusial dalam menentukan kualitas performa pelari. Baik start jongkok, berdiri, maupun melayang — semuanya memiliki fungsi, teknik, dan penggunaannya masing-masing sesuai nomor lomba.
Memahami dan menguasai teknik start tidak hanya membantu menghindari kesalahan fatal seperti false start, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dan kecepatan di awal lomba. Bagi pelari kompetitif, teknik start bisa jadi pembeda antara kemenangan dan kegagalan.